Skip to main content

First Date

Pada sore yang masih tampak cerah dengan segumpalan awan tipis yang bergelantungan di langit, aku berada di sini, di alun-alun Kota Semarang dengan Rifkan. 


Di depan kami ada sekumpulan anak-anak yang bermain sepatu roda, juga serangkaian pemuda yang bermain basket di tengah lapangan.

Sore itu, bundaran Kota Semarang masih tampak padat oleh keriuhan kendaraan yang berlalu lalang. Tapi, Rifkan sepertinya hening. Apa mungkin dia tidak bisa menikmati kencan pertama kami? Sedari tadi, hape terus yang ia ajak ngobrol.

"Kalau kamu sibuk, kita bisa pulang sekarang," kataku.

"Ah, nggak. Nggak papa kok. Nggak sibuk," balasnya dengan sedikit gugup.

"Ooh...tapi sepertinya kamu sibuk."

"Nggak. Sumpah. Ini, aku...em, maksudku, kita baru saja bertemu. Jadi, aku nggak tahu harus berbicara tentang apa."

"Ooh."

"Oh iya, kenapa kamu mau pergi denganku? Kamu tahu nggak kalau ibuku itu sukaa banget sama kamu?"

"Iya. Aku tahu."

"Dan dia ingin kita bisa menikah."

"Aku tahu."

"Terus?"

"Terus kenapa? Kamu nggak suka sama aku?"

"Ah, bisakah rasa suka itu datang secepat ini? Kamu sendiri, apa kamu menyukaiku?"

"Coba katakan padaku, kenapa aku harus tidak menyukaimu?"

"Haha...jadi, kau benar-benar menyukaiku?" dia tampak kaget sekaligus senang. Em, lebih tepatnya itu ekspresi girang sekaligus konyol. "Kenapa kau menyukaiku?"

"Karena kamu cukup tampan 😑. Ada chinese-chinese-nya. Jadi, kalau kita menikah nanti, mungkin saja anakku, em, maksudku, anak kita akan putih dan imut-imut banget. Asalkan matanya nurunin aku aja. Biar nggak terlalu sipit."

"Ah..haha...kamu bahkan sudah berpikir sejauh itu kah?"

"Emangnya kenapa?"

"Terus, apa lagi? Apa lagi yang membuatmu menyukaiku?"

"Kita berasal dari keluarga pengusaha. Orangtuaku dan orangtuamu sudah lama berkolaborasi. Jadi, akan mudah bagiku untuk membaur dengan keluargamu."

"Terus?"

"Em...apalagi ya?"

"Kenapa kamu nggak berpikir tentang cinta? Apa kamu bisa menikah tanpa cinta?"

"Bisa."

"Benarkah?"

"Aku dulu pernah mencintai seseorang. Bukan sekali dua kali. Tapi berkali-kali. Cinta yang benar-benar murni. Tak ada unsur agama, harta, tahta, atau apa pun. Aku hanya menggunakan perasaan saay bersamanya.

Saat ia tidak seiman denganku, aku tetap mencintainya. Saat ia tak sepemikiran denganku, aku tetap mencintainya. Dan bahkan saat ia menduakanku pun, aku tetap ingin bersamanya karena aku mencintainya.

Semakin hari aku berpikir. Cinta macam apakah yang aku jalani ini? Aku nggak bisa berpikir karena aku terlanjur mencintainya. Cinta yang seperti itu. Cinta yang sungguh tidak jelas. Cinta yang membuatku capek berpikir.

Apa kau paham dengan apa yang aku katakan ini?"

Rifkan seperti tampak berpikir. Pandangannya beralih pada segelas white coffe yang ada di genggamannya. Dia cuma tersenyum. Lalu diam saja.

"Kamu bosan ya dengan kencan ini? Atau, kau bosan dengan ceritaku?"

"Nggak. Nggak papa."

"Kenapa cowok sulit sekali berkata jujur? Kamu nggak usah jaga perasaanku. Jika kamu tidak menyukaiku ya katakan saja, sebelum aku terlanjur jatuh cinta padamu. Jika sudah terlanjur, maka aku akan benar-benar seperti orang gila jika kamu meninggalkanku."

"Ah, kata-katamu..."

"Maaf. Mungkin kita tidak usah bercerita apa pun. Bukankah kita hanya harus menikmati suasana ini kan ya?"

"Yups. Kau mau naik becak itu? Atau sepeda mungkin?"

"Em, nggak sih. Tapi, kalau kamu pingin, aku akan temani."

Jadi, kami menuju ke sana. Ke kerumunan persewaan becak dan sepeda hias. Setiap gerak-geriknya aku perhatikan. Keramahannya pada penyewa becak, gaya supelnya, santai...kurasa aku memang betul-betul menyukainya.

Orang bilang, kencan pertama itu adalah penentu. Jika dia sudah ilfeel di kencan pertama, habislah kamu!

Jadi, apakah aku benar-benar menginginkan lelaki ini?

Sesekali kulihat senyum ramah itu, wajah yang teduh itu, juga sorot mata yang memancarkan kelembutan,...oh, kurasa, aku benar-benar jatuh cinta padanya.

Comments

Popular posts from this blog

Tugu Kretek Kabupaten Kudus, Termegah di Asia Tenggara

Tiket: Free Tugu Perbatasan Kabupaten Kudus Good Morning Guys Pagi ini aku mau share tempat menarik yang juga nge-hits bagi warga Kudus dan juga sekitarnya. Ini dia yang cantik-cantik guys, ada Tugu Kretek, yang merupakan tugu perbatasan antara Kabupaten Kudus dan juga Kabupaten Demak. Tugu Kretek ini berada persis di samping Jembatan Tanggulangin, yang merupakan jembatan perbatasan antara dua kabupaten tersebut. Oleh karena pembuat atau creatornya adalah side Kudus, maka ikon yang ditonjolkan pun juga ikonnya Kota Kretek, yaitu Daun Tembakau. Jembatan Tanggulangin Tuh guys, bentuknya mirip seperti daun tembakau gitu kan. Itu karena Kudus ini dikenal sebagai Kota Kretek, karena ada salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yang berada di Kudus, yaitu PT Djarum. Pembuatan tugu ini juga disponsori utama oleh PT Djarum guys. Dengan biaya yang dikeluarkan cukup fantastis, yakni 16 miliar (dilansir dari: id.wikipedia.org) yang selesai selama kurang lebih tujuh bulan, hingga akhir ta...

Tebing Cantiknya Pantai Pandawa Bali

Sewa Kano Rp50.000 Pantai Pandawa Pantai Pandawa merupakan salah satu destinasi favorit wisata pantai yang ada di Pulau Bali. Selain ombaknya yang cukup tenang, pemandangan alam pantai ini juga amat cantik karena dikelilingi oleh tebing yang menjulang.  Sepanjang perjalanan sebelum memasuki gerbang utama kawasan tepi pantai, kita sudah disambut sama tebing yang megah guys Tebing Pantai Pandawa Di samping kiri dari tebing tersebut ada patung-patung dari Pandawa Lima ya. Ada patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.  Tapi, sayangnya nggak bisa aku ambil karena tempat dudukku pas di bus ada di sebelah kanan.  Tapi beruntungnya, di sebelah kanan sisi bus juga ada pemandangan cantik view Pantai Pandawa dengan pemandangan alamnya yang menawan itu seperti pada gambar di bawah ini. Pantai Pandawa Setelah itu, kita akan disambut payung-payung besar beserta perahu kecil atau kano yang berjejer rapi di tepi pantai. Beruntung, saat ke sana, cuaca amat cerah sehingga kami pu...

Kisah Sukses Bertemu Jodoh via Facebook

Hay ladies, buat kalian yang lagi gencar-gencarnya cari jodoh, jangan lupa semangat ya. Dan jika kalian lagi coba-coba cari jodoh via media sosial, mungkin bisa simak kisah real berikut ini supaya kamu jadi tambah semangat ya. 🍬  Hati Rontok Dengar Suaranya di Telepon Anik dan Bombom Kisah cinta pertama yang aku mau ceritain adalah kisah dari  Bombom Rcd  dengan  Anik Azalea  yang terbilang sangat singkat.  Hanya melalui pertemuan pertama, keduanya langsung berani memutuskan untuk menikah, padahal sebelumnya sama-sama tidak saling mengenal lewat Facebook. Cerita bermula dari kopdar salah satu grup kewilayahan Cah Demak Community. Kalau Bombom Rcd ini memang sudah sering mengikuti kopdar. Tapi, Anik-nya baru pertama kali.  Awal-awal ketemu, karena itu diikuti oleh puluhan pemilik akun Facebook, jadi chemistry di antara keduanya belum begitu terlihat. Pun juga sebelumnya, keduanya memang sama sekali belum pernah saling berkomentar di postingan mana pun....